GADIS MUSIM HUJAN

Saat daun-daun kering berserakan Saat itulah remuk menyeru Aku tak lagi mengingat Tentang harapan warna-warni cerah Akan putihnya melati, atau merahnya mawar Akan hijaunya daun dan lembutnya awan Saat Gadis musim hujan menyirami Saat itulah seluruh rapuh menguat Aku tak lagi berharap Akan bunga kemarau yang menantang Akan kelopak-kelopak orangenya Yang mendahagakan jiwa Biarkan rindu yang datang Biarkan sesak yang ada Menyeruak dia antara tumpukan ranting pohon Yang terkelupas kulitnya karena gadis musim hujan akan datang saat yang tertinggal hanya kekeringan berkerak tanah

0 komentar:

Posting Komentar