chapter 1 - Unknown Love
Diposting oleh: beranda cerita - Rabu, 23 Mei 2012
Pagi sangat cerah di Universitas bakti jaya. matahari tampak berseri kala menyambut aktifitas mahasisiwa di kampus ini.tampak beberapa mahasiwa sedang asyik becanda di taman,ada juga yang tampak sibuk membuka buku,dan ada juga yang berpacaran.Taman ini memang menjadi tempat nongkrong bagi para mahasiswa di kampus ini d tengah kesibukan mereka sehari-hari.
Dari kejahuan terdengar suara berisik motor yang di paksa melaju dengan sangat kencang.mata orang-orang yang berada disana langsung tertuju sosok pengendara motor tersebut.
“pasti itu Raka...” kata salah satu mahasiswa yang di taman.
“....whateverlah,,dasar Berandalan..” mahasiswa wanita lainnya menimpali kawannya.
Di kampus raka memang terkenal oleh beberapa kalangan mahasiswa baik itu junior ataupun seniornya,karena walaupun raka jarang masuk kekampus tapi dari penampilannya yang urak-urakan,sok cuek,apa adanya dan ngomong semaunya,orang-orang pasti langsung ingat begitu nama raka di sebut.sehingga di kampus raka di kenal pemalas,pembuat keributan dan berandalan.tapi orang yang mengenal raka lebih jauh pasti akan langsung suka berteman dengan raka,karena raka bisa membuat orang yang berada di dekatnya terasa bahagia dan selalu tertawa.
Setelah memarkirkan motornya,raka langsung berlari menuju ke gedung kampus.
“sial udah telat nih..”kata Raka dalam hati.
Deg...deg....jantung raka serasa melambat ketika melihat sosok seorang wanita yang turun dari tangga.kenangan tiga bulan lalu akhirnya kembali mengusik pikiran raka.
****
“Ma,,Pa..Raka mohon kabulkan permintaan Raka kali ini..”kata raka.
Wajah kedua orang tua Raka tampak tegang tapi tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menganggukkan kepala mereka.
“Rini lo juga harus janji ma gue..”kata Raka lagi.
“gue usahain ka..”kata rini.
Rini adalah adik raka satu-satunya.walaupun mereka sering tampak tidak akur,tapi sesungguhnya mereka sangat saling menyayangi.
*****
Wanita itu tampak lesu menuruni tangga kampusnya,matanya kosong dan seperti tak ada gairah.dia tidak sadar kalau d bawah raka memperhatikannya menuruni tangga.
“woyyyyy..,,.,.Maya apa kabar???. Kemana saja lo 3 bulan ini,..napa sih lesu amat??..”kata raka.
Maya hanya menatap raka kemudian kembali menuruni tangga,di sangat benci melihat Raka di sini.terlebih lagi,raka terlihat tenang seperti tak terjadi apa-apa.hatinya serasa di hancurkan berkeping melihat tingkah raka.tanpa menghiraukan raka, maya hanya berlari menjauh.
“napa sih????aneh..”
Raka hanya tersenyum dan melanjutkan perjalannya ke ruangan kuliahnya.
****
“Siaaaalllllannn lo kaaaaa”...teriak maya di taman kampus.
“may.sorry yah aku mau minta putus ma kamu.aku dah bosan ma kamu may,sekarang aku dah ketemu ma cewek yang lain may.anggap aja pertunangan kita Cuma becandaan.tapi ak mau kita tetap menjadi sahabat...” Air mata maya mengalir mengingat kata-kata raka 3 bulan lalu.
Saat itu maya hanya bisa menangis,sama seperti saat ini hanya menangis.tak bergerak hanya menunduk dan meneteskan air mata,karena wanita memang hanya bisa menangis.kemudian raka pergi meninggalkan maya sendiri.
“Udah 3 bulan ini ternyata aku belum bisa melupakan raka,lukanya masih membekas saat ini.tapi aku gak bisa seperti ini terus.raka emang brengsek!! makanya aku gak boleh terlihat lemah di depannya.liat aja ka’ aku pasti bisa hidup tanpa kamu. .”kata maya dalam hati.
Maya memang wanita yang sangat tegar,cantik,dan baik hati.walaupun kejadian tiga bulan lalu membuat dia sangat terpukul karena raka memutuskan pertunangan mereka secara sepihak dan menyakitkan bagi maya karena raka mengkhianati maya dengan cewek lain tetapi sampai saat ini maya tetap tidak bisa melupakan dan membenci raka dan entah mengapa maya masih selalu saja mengaharapkan raka masih bisa kembali.
Di taman itu maya hanya terlihat duduk sendiri dengan tatapan yang kosong dan kembali maya terkenang saat-saat indah bersama raka.tiga tahun lalu saat mereka masih duduk di bangku sma raka adalah pria yang pertama hadir dalam kehidupannya,orang pertama yang mangajarkan maya apa itu cinta dan kasih sayang.raka yang dulu sangat menyayangi maya sehingga membuat maya tidak percaya akan keputusan raka.sungguh membuat hati maya hancur dan selama tiga bulan ini,maya mengira dirinya baik-baik saja dan bisa melupakan raka dengan mengasingkan diri di rumah tapi nyatanya pertemuannya dengan raka saat pertama kali kembali memulai aktifitas tetap membuatnya sedih.
Tidak terasa maya sudah duduk terdiam di taman sampai sore,langit terlihat sangat indah saat matahari menjelang keperaduannya ,langit tampak merah menguning ditambah hijaunya rumput meninggalkan kesan tersendiri dalam hati maya.terlihat beberapa mahasiswa lain yang sedang membaca buku,ada juga beberapa mahasiswa lain yang sedang bercengkrama dan hanya maya sendiri yang terlihat sepi menikmati keindahan sore di taman itu.
bersambung chapter 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar